Semua tulisan dari putugunawan

A college student of English Education Study Program Mahasaraswati Denpasar University

BUDIDAYA IKAN KAKAP

BUDIDAYA IKAN KAKAP

Indonesia memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan, namun usaha budidaya ikan kakap belum banyak berkembang, sedangkan di beberapa negara seperti: Malaysia, Thailand dan Singapura, usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung (floating net cage) di laut telah berkembang. Ikan Kakap Merah atau lebih dikenal dengan nama seabass/Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor.

Produksi ikan kakap di Indonesia sebagian besar masih dihasilkan dari
penangkapan di laut, dan hanya beberapa saja diantarannya yang telah di hasilkan dari usaha- pemeliharaan (budidaya). Salah satu faktor selama ini yang menghambat perkembangan usaha budidaya ikan kakap di Indonesia adalah masih sulitnya pengadaan benih secara kontinyu dalam jumlah yang cukup. Untuk mengatasi masalah benih, Balai Budidaya Laut Lampung bekerja sama dengan FAO/UNDP melalui Seafarming Development Project INS/81/008 dalam upaya untuk memproduksi benih kakap merah secara massal. Pada bulan April 1987 kakap merah telah berhasil dipijahkan ddengan rangsangan hormon, namun demikian belum diikuti dengan keberhasilan dalam pemeliharaan larva. Baru pada awal 1989 kakap merah dengan sukses telah dapat dipelihara larvanya secara massal di hatchery Balai Budidaya Lampung. Dalam upaya pengembangan budidaya ikan kakap merah di indonesia, telah dikeluarkan Paket Teknologi Budidaya Kakap Merah di Karamba Jaring Apung melalui rekomendasi Ditjen Perikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K, yang dilanjutkan dengan Pembuatan Petunjuk Teknis Paket Teknologi.

Tulisan ini memuat tentang:

  1. Apa sajakah jenis-jenis ikan kakap?
  2. Apakah keuntungan membudidayakan ikan Kakap Merah?

JENIS-JENIS IKAN KAKAP MERAH AIR TAWAR

 

Ikan kakap merah :


Seperti ikan kerapu, ikan kakap di alam juga tergolong karnivora. Di pasaran internasional, golongan kakap merah dikenal dengan nama snappers. Golongan kakap ini biasanya merupakan ikan demersal yang dapat hidup pada daerah perairan dangkal sampai laut dalam. Ada dua jenis kakap merah budi daya yang telah berhasil dibenihkan yaitu kakap tambak (‘mangrove snapper, Lutjanus argentimaadatus) dan kakap jenaha (golden snapper, Lutjanus johni). Kedua jenis kakap ini mempunyai bentuk memanjang, agak pipih, badan tinggi, dan mempunyai gigi taring. Sepintas badannya berwarnamerah sehingga disebut kakap merah, tetapi bila diteliti secara cermat masing-masing spesies mempunyai ciri sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

  1. IKAN KAKAP TAMBAK

 

 

 

Kakap tambak (Lutjanus argentiniaculatus) :

Di Indonesia, beberapa tempat menyebut Lutjanus argentimaculatus sebagai kakap tambak, tetapi beberapa daerah lainnya menyebutnya jenahan, jambian, atau samassi. Ikan ini dapat hidup di perairan yang mempunyai kedalaman mencapai 100 m. Badannya berwarna cokelat tua kemerahan dengan bagian bawah keperakan. Pada ikan yang muda (panjangnya kurang dari 13 cm) terdapat 8—11 garis-garis berwarna keperakan yang melintang dan garis cokelat berkelok di bawah mata. Garis-garis ini akan hilang bila ikan semakin tua.
Sirip punggung berwarna cokelat kemerahan dan bila diamati sisik-sisiknya, tampak pada setiap sisik badan itu terdapat bintik gelap. Sisik-sisik ini berderet membujur di atas garis rusuk (lateral line) dan sejajar sampai bagian depan dan akan condong naik di bagian belakang di bawah sirip punggung paling belakang. Bagian ujung sirip dubur dan perut berwarna violet. Ekor agak bercabang cokelat kemerahan dengan sebuah pita putih di bagian pinggir.

  1. IKAN KAKAP JENAHA

 

 

 

 

 

 

Kakap jenaha (Lutjanus johni) :

Ikan ini dapat hidup pada daerah hutan bakau sampai laut dengan kedalaman 60 m. Bentuk dan warna hampir sama dengan kakap tambak, sirip-sirip di atas garis rusuk berderet sejajar dengan garis rusuk, sedangkan sirip-sirip di bawah garis rusuk sejajar dengan poros badan. Setiap sisi pada badannya terdapat bintik cokelat sehingga bintik-bintik ini merupakan garis-garis membujur. Di antara garis rusuk dan sirip punggung keras terdapat noda (spot) oval berwarnahitam yang terlihat jelas pada ikan yang berumur muda. Pada ikan yang muda akan tampak 5 – 6 pita berwarna kecokelatan di badannya. Sirip punggung dan dubur serta ekor berwarna kekuningan, sedangkan sirip dada dan perut berwarna kemerahan.

  1. IKAN KAKAP PUTIH

 

 

 

Kakap putih :
Kakap putih di dunia internasional dikenal dengan nama seabass. Ikan ini bila di dalam air kelihatan cokelat tua atau kehitaman, tetapi bila diamari secara cermat ada warna putih atau keperakan yang mendominasi terutama bagian perut; Dua jenis kakap pudh yang sekarang dibudidayakan adalah ikan jenis fates calcarifer dan Psammoperca. waigiensis. Kedua jenis ini sepintas mirip sekali meskipun genusnya berbeda. Oleh masyarakat. L. calcarifer dikenal dengan nama petak, sedangkan jenis Psammoperca. •waigiensis dikenal dengan nama kakap mata kucing. Kedua jenis ikan ini mempunyai bentuk memanjang agak pipih, badannya lebih pendek dibandingkan kakap merah. Pada ikan kakap purih, bagian ke arah belakang meninggi, sedangkan ke arah depan atau ke arah kepala menajam. Bagian atas berwarna abu-abu atau kehitaman, sedangkan bagian bawah berwarna putih atau keperakan.
Bagian rahang pada kakap pelak melewari mata. Mata kakap petak lebih kecil daripada mata kakap mata kucing. Bagian atas badan kakap pelak berwarna cokelat muda, sedangkan bagian bawahnya.berwarna keperakan. Sirip-sirip kehitaman terutama sirip ekor dan dubur berwarna kehitaman. Ukuran kakap Lotes calcarifer ini bisa cokelat mencapai panjang 170 cm. Lain halnya pada kakap mata kucing, matanya kelihatan besar sehingga disebut mata kucing, rahangnya hanya sampai ke garis tengah mata. Badannya berwarna kemerahan dengan refleksi warna perak pada bagian kepala dan perut. Sirip-sirip kakap mata kucing cokelat kemerahan dan ukurannya lebih kecil, panjangnya sekitar 32 cm.

  1. CARA MEMBUDIDAYAKAN IKAN KAKAP

Di Perairan Indo-Pasifik terdapat 31 spesies yang termasuk genus Lutjanus. Di antara ke-31 spesies tersebut sampai saat ini, baru Lutjanus johni, Lutjanus argentimaculatus, dan Lutjanus sebae yang telah dibudidayakan.

Beberapa sifat kakap merah yang menguntungkan usaha budi daya adalah pertumbuhan relatif cepat, toleran terhadap kekeruhan, ruang terbatas dan salinitas, serta tanggap terhadap pakan buatan. Selain itu, budi daya ikan ini relatif mudah, tahan terhadap penyakit, dapat dipelihara dalam kepadatan yang tinggi, dan sifat kanibalismenya rendah.

  1. Sistematika
    Famili: Lutjanidae
    Spesies: Lutjanus argentimaculatus, L. sebae, L. johni
    Nama dagang: mangrove red snapper, emperor red snapper, John’s snapper
    Nama lokal: bambangan, ungar
  2. Ciri-ciri dan Aspek Biologi:
  3. Ciri fisik:

Tubuh ditutupi sisik ctenoid berukuran sedang dan kecil. Bagian depan dari kepala hidung dan daerah mata tanpa sisik. Beberapa baris sisik terdapat pada tutup insang. Linea lateralis komplit dengan bentuk lurus atau kurva/melengkung. Gigi pada rahang biasanya beberapa baris. Terdapat gigi pada mulut bagian atas. Sirip ventral dengan satu duri keras dan 5 jari-jari lunak. selain itu erdapat sirip punggung dan sirip dubur.
Tubuh ikan berwarna merah/cokelat. Bagian bawah tubuhnya berwarna merah muda Untuk P. argentimaculatus. Adapun L. sebae dewasa berwarna merah gelap dan juwana berwarna merah (pink) dengan loreng (band berwarna merah gelap. Bagian sirip punggung, sirip, dubur, dan bagian atas sirip ekor berwarna gelap.
Untuk L. johni, warna badan hijau keperakan atau warna perunggu. Terdapat satu totol hitam besar di bawah sirip punggung, posisinya di antara batas dari keras dan jari-jari lunak.

  1. Pertumbuhan dan perkembangan

Laju pertumbuhan ikan kakap merah yang dipelihara dalam karamba jaring apung mencapai 0,56% per hari. Data tersebut menunjukkan baliwa ikan kakap merah tergolong ikan yang cepat pertumbuhannya. Kakap merah termasuk jenis ikan hermaphrodit protandi, yaitu berstatus jantan pada awal kehidupannya, lalu berubah menjadi betina. Ikan kakap, merah yang berukuran antara 45,0 – 55,0 cm didominasi oleh ikan jantan, sedangkan yang berukuran 56,0-62,5 cm didominasi ikan betina.
Perubahan dari jantan ke betina terjadi setelah ikan berumur 6-8 tahun. Pada saat itu, induk jantan telah berukuran bobot 3,5 kg dengan panjang total 53-6o CM.
Ikan betinanya akan siap memijah setelah berukuran sekitar 6 kg. Bobot induk betina L. argentimaculatus yang telah matang gonad antara 2,9-5,5 kg, sedangkan jantan antara 3,6-4,6 kg. L. sebae memijah sepanjang tahun, sedangkan L. argentimaculatus memijah selama 6 bulan, yaitu dari bulan Desember—Juni. Pemijahan dapat dilaksanakan di dalam tangki maupun KJA. Seekor ikan betina yang bobotnya antara 3-4,5 kg dapat menghasilkan telur sebanyak 1,2 juta butir. Khusus L. sebae, pemijahannya tidak tergantung pada sildus peredaran bulan. Ikan jenis ini memijah pada bulan gelap maupun bulan purnama. Namun, keragaan pemijahan yang lebih baik terjadi pada bulan gelap dibanding bulan terang. Pemijahan berlangsung dalam tangki pada kedalaman air 70-16o meter.

B. Pemilihan lokasi budidaya

Ikan kakap merah tergolong ikan eurihalin. Kakap merah yang masih muda dan dewasa hidup di daerah mangrove dan muara sungai yang kadar garamnya mendekati air tawar. Sifat ini menciptakan peluang untuk membudidayakannya, baik di tambak maupun dalam KJA di laut. Lokasi penempatan KJA atau karamba tancap harus terlindung dari pengaruh gelombang besar dan angin kencang, seperti perairan teluk yang terlindung, selat kecil, muara sungai ataupun sungai yang airnya bersifat payau. Kakap merah bisa hidup di perairan laut maupun perairan payau dengan kadar garam berkisar 10-35 ppt, dan suhu air 26-310 C.

Beberapa persyaratan teknis yang harus di penuhi untuk lokasi budidaya ikan kakap merah di laut adalah:

  1. Perairan pantai/ laut yang terlindung dari angin dan gelombang
  2. Kedalaman air yang baik untuk pertumbuhan ikan kakap putih berkisar antara 5 ~ 7 meter.
  3. Pergerakan air yang cukup baik dengan kecepatan arus 20-40 cm/detik.
  4. Kadar garam 27 ~ 32 ppt, suhu air 28 ~ 30 0 C dan oksigen terlarut 7 ~ 8 ppm
  5. Benih mudah diperoleh.
  6. Bebas dari pencemaran dan mudah dijangkau.
  7. Tenaga kerja cukup tersedia dan terampil.

– Wadah Budi Daya

Ikan kakap merah dapat dibudidayakan dalam KJA maupun karamba tancap di perairan pantai, sekitar muara sungai. Ikan ini dapat dibudidayakan dalam KJA berukuran 2 m X 2 m X 2 m, maupun ukuran yang lebih besar 3 m x 3 m X 2 m, disesuaikan dengan target produksi yang ingin dicapai.

  1. Sarana dan Alat

Pemeliharaan ikan kakap di laut umumnya dilakukan dalam keramba jaring apung (floating net cage) dengan metoda operasional secara mono kultur. Secara garis besar keramba jaring apung terdiri dari beberapa bagian yaitu:

    1. Jaring
      Jaring terbuat dari bahan:
      • Bahan: Jaring PE 210 D/18 dengan ukuran lebar mata 1 ~ 1,25”, guna untuk menjaga jangan sampai ada ikan peliharaan yang lolos keluar.
      • Ukuran: 3 m x 3 m x 3 m
      • 1 Unit Pembesaran: 6 jaring (4 terpasang dan 2 jaring cadangan)
    2. Kerangka/Rakit: Kerangkan berfungsi sebagai tempat peletakan kurungan.
      • Bahan: Bambu atau kayu
      • Ukuran: 8 m x 8 m
    3. Pelampung: Pelampung berpungsi untuk mengapungkan seluruh sarana budidaya atau barang lain yang diperlukan untuk kepentingan pengelolaan
      • Jenis: Drum (Volume 120 liter)
      • Jumlah: 9 buah.
    4. Jangkar: Agar seluruh sarana budidaya tidak bergeser dari tempatnya akibat pengaruh angin, gelombang digunakan jangkar.
      • Jenis yang dipakai: Besi atau beton (40 kg).
      • Jumlah : 4 buah
      • Panjang tali : Minimal 1,5 kali ke dalam air
    5. Ukuran benih yang akan Dipelihara: 50-75 gram/ekor
    6. Pakan yang digunakan: ikan rucah
    7. Perahu : Jukung
    8. Peralatan lain : ember,serok ikan, keranjang, gunting dll.

 

  1. Konstruksi wadah pemeliharaan

Perakitan karamba jaring bisa dilakukan di darat dengan terlebih dahulu dilakukan pembuatan kerangka rakit sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Kerangka ditempatkan di lokasi budidaya yang telah direntukan dan agar tetap pada tempatnya (tidak terbawa arus) diberi jangkar sebanyak 4 buah. Jaring apung apa yang telah dibuat berbentuk bujur sangkar pada kerangka rakit dengan cara mengikat keempat sudut kerangka.

  1. Pengelolaan Budi Daya

Penyediaan benih

Benih kakap merah bisa diperoleh dari hatchery yang menyediakan benih kakap ini, atau bisa diperoleh dengan cara penangkapan dari alam. Benih dari alam biasanya ketersediaannya terbatas, ukurannya tidak seragam dan hanya tersedia pada musim tertentu. Adapun pengangkutannya dengan sistem tertutup.

  • Penebaran benih

Penebaran benih dilakukan sebaiknya walau pagi atau sore hari karena suhu udara atau air lebih dingin. Sebelum penebaran, harus diperhatikan kondisi kualitas air, terutama suhu dan salinitas. Jika suhu dan salinitas air pengangkutan cukup berbeda dengan air di
lokasi budi daya, perlu dilakukan adaptasi. Padat penebaran benih kakap merah seberat 50 g adalah 100 ekor/m3. Adapun padat penebaran ikan yang berukuran lebih besar (200 g), yaitu 11-12 ekor/m2.

– Pembesaran

Pemeliharaan ikan jenaha (L. johni) selama 6 bulan akan mencapai bobot 356 g dengan bobot awal 125 g.4. Pemberian pakan yang digunakan adalah ikan rucah sebesar 5-10% bobot badan/hari. Pemberian pakan dilakukan dua kali/hari. Adapun L. argentimaculatus yang diberi pakan rucah sebanyak 10% bobot badan/hari selama masa pemeliharaan 7 minggu menunjukkan laju pertumbuhan rata-rata o,8% per hari. Frekuensi pemberian pakannya satu kali sebesar 7% bobot badan per hari.

-Metode Pemeliharaan

Benih ikan yang sudah mencapai ukuran 50-70 gram/ekor dari hasil pendederan atau hatchery, selanjutnya dipelikara dalam kurungan yang telah disiapkan. Penebaran benih ke dalam karamba/jaring apung dilakukan pada kegiatan sore hari dengan adaptasi terlebih dahulu. Padat penebaran yang ditetapkan adalah 50 ekor/m 3 volume air. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan takaran pakan 8-10% botol total badan perhari. Jenis pakan yang diberikan adalah ikan rucah (trash fish). Konversi pakan yang digunakan adlah 6:1 dalam arti untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan pakan 6 kg. Selama periode pemeliharan yaitu 5-6 bulan, dilakkan pembersihan kotoran yang menempel pada jaring, yang disebabkan oleh teritif, algae, kerang-kerangan dll. Penempelan organisme sangat menggangu pertukaran air dan menyebabkan kurungan bertambah berat. Pembersihan kotoran dilakukan secara periodik paing sedikit 1 bulan sekali dilakukan secara berkala atau bisa juga tergantung kepada banyak sedikitnya organisme yang menempel. Penempelan oleh algae dapat ditanggulangi dengan memasukkan beberapa ekor ikan herbivora (Siganus sp.) ke dalam kurungan agar dapat memakan algae tersebut. Pembersihan kurungan dapat dilakukan dengan cara menyikat atau menyemprot dengan air bertekanan tinggi. Selain pengelolaan terhadap sarana /jaring, pengelolaan terhadap ikan peliharaan juga termasuk kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan. Setiap hari dilakukan pengontrolan terhadap ikan peliharaan secara berkala, guna untuk menghindari sifat kanibalisme atau kerusakan fisik pada ikan. Disamping itu juga untuk menghindari terjadinya pertumbuhan yang tidak seragam karena adanya persaingan dalam mendapatkan makanan. Penggolongan ukuran (grading) harus dilakukan bila dari hasil pengontrolan terlihat ukuran ikan yang tidak seragam. Dalam melakukan pengontrolan, perlu dihindari jangan sampai terjadi stress.

-Pengendalian Hama dan Penyakit

Bakteri yang menyerang ikan kakap merah adalah Streptococcus iniae. Gejala ikan yang terserang penyakit ini, di antaranya warna ikan berubah menjadi lebih gelap, kehilangan keseimbangan, berenang berputar dan timbul bintik – bintik merah pada kulit.
Pencegahan yang dilakukan dengan cara menghindari padat tebarserta pemberian pakan berlebihan dan mencegah penanganan kasar. Selain bakteri, ikan ini dapat diserang parasit, yaitu kutu kulit. Kutu kulit adalah parasit eksternal yang umum pada ikan budi daya laut. Ada dua kutu kulit yang ditemukan pada ikan kakap merah, yaitu Neobenedenia dan Benedenia. Kutu kulit pada ikan sangat sulit diamati karena benvarna transparan. Apabila dimasukkan ke dalam air tawar untuk beberapa menit, kutu kulit baru terlihat karena berubah warna menjadi keputihan. Pemberantasan parasit ini dengan cara merendam ikan di air tawar selama 5 menit. Jika tingkat serangannya parah, perendaman dapat dilakukan sebanyak dua kali dengan selang waktu seminggu.

-Panen
Ikan kakap merah dipanen setelah berukuran 500 g. Ukuran tersebut ideal untuk dipasarkan. Adapun lama pemeliharaan untuk mencapai ukuran tersebut adalah 6 bulan benih 50 g. Sementara itu, benih berbobot 200 g akan mencapai rata-rata 890 g/ekor selama 225 hari. Pada prinsipnya cara pemanenan ikan kakap merah dari KJA sama seperti cara panen ikan di KJA umumnya.

  1. 3 ANALISA USAHA 1 TAHUN (2 PERIODE BUDIDAYA)
  1. Biaya Investasi
    • Karamba jaring apung 1 unit Rp. 2.500.000,-
    • Perahu jukung 1 unit Rp. 150.000,-
    • Peralatan budidaya Rp. 300.000,-
    • Jumlah Rp. 2.950.000,-
  2. Biaya Operasional
    • Benih 2 x 5.000 ekor x Rp 200,- Rp. 2.000.000,-
    • Pakan 2 x 13.500 kg x Rp 250,- Rp. 6.750.000,-
    • Tenaga kerja 2 orang x 1 x 6 buah x Rp. 75.000,- Rp. 900.000,
    • Jumlah Rp. 9.650.000,-
  3. Jumlah biaya (1+2) Rp. 2.950.000 + Rp 9.650.000,- Rp. 12.600.000,-
  4. Pendapatan 2 x 2.250 kg x Rp 4.000,- Rp. 18.000.000,-
  5. Selisih pendapatan dan biaya total(4-3) Rp. 5.400.000,-
  6. Penyusutan 50% x Rp 2.950.000,- Rp. 1.475.000,-
  7. Laba sebelum pajak (5-6)

Saran-saran

  1. Dalam usaha budidaya ikan kakap jenis apapun, diperlukan keseriusan agar memperoleh keuntungan atau hasil yang maksimal.
  2. Memilih bibit ikan yang berkualitas baik, agar hasil yang kita dapatkan baik pula.
  3. Memperhatikan keadaan kolam, tambak atau keramba jaring apung jangan sampai ada kebocoran karena kolam yang bocor dapat menyebabkan kerugian.

Artikel ini dikutip dari:

Lia, Putu. 2012. Tugas Perikanan, Budidaya ikan kakap. SMA Negeri 1 Abiansemal: Abiansemal

Contoh Laporan KKL Bahasa Inggris

Postingan ini adalah laporan proposal saya ketika mengikuti kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) selama beberapa hari di lingkup Surabaya dan Yogyakarta. Semoga berguna untuk anda sebagai contoh penyusunan laporan kegiatan anda.

CHAPTER I

INTRODUCTION

  • Background

CollegeField Work(KKL) is one effortorprogramthatprovides the opportunity forstudentstoestablishtheir potential asaprofessionalteacher, this is doneinorder to set upandimprove thequality ofbeing a teacher. Based on the decision of the senate in 2008 stated that any faculty in Mahasaraswati Denpasar University must hold a College Field Work (KKL) in order to add insight and information. College field Work (KKL) is an intra-curricular activities form which is mandatory for all students Mahasaraswati University as one of the requirements to get a certificate in order to complete the final task in completing education courses in English education and teacher training faculty. CollegeField Work(KKL) is also anactivityrelated to thelecture/learningon campus, butmore likelyondirect observation inthe fieldthatcouldbeobservationsorseekinformation.

Teaching education is not about how to learn the theory or hard skill, but it is also important to develop the character and attitude or soft skill in order to produce a qualified teacher especially in teaching English. Based on that reason, it is very necessary to do a comparison between one university to other universities to improve the quality of study and compare how the education system is applied in each university. This year, KKL is done in Yogyakarta – Surabaya to visit tourist objects and Sanata Dharma (SADAR) Yogyakarta University. This is done considering the English program in Sanata Dharma with a good accreditation. Student participants are able to share about the advantages and disadvantages of each campus toward the hope of a better equation, and the students are motivated to develop themselves.

 

 

  • Purpose of the Program

The goals that want to be achieved through the College Field Work (KKL) is an attempt to get the experience and knowledge to the students about the university and tourism objects that were visited to develop scientific insights, ways of thinking and behaving as a prospective undergraduate education. In addition another goal that wanted to be achieved through this KKL is to form a partnership with related parties as one of the efforts to optimize the implementation of Tri Dharma University in the community.

 

  • Significance of the Program

The benefitsofthe implementation ofthisprogramis to visit theSanata Dharma Universityin particularEnglishlanguageprogramthathasgoodaccreditation, canmotivate the english students in Mahasaraswati Denpasar UniversityasKKLparticipantsto develop theirknowledge, andalsocanimprove thequality of educationto be better. Besidesguidingthepracticealsorequires thatstudents participating inKKLin the English languageduringKKLcandevelopknowledge ofthe languageandislearningindirectly, derivedfromsomeactivityat theSanata Dharma University.

Studentsalsogain experienceout of the areaoncetraveledto seethe outside worldregions. So that studentsarenotdirectlyobtaina varietyof information, in terms ofcustoms-traditions, regional culture, andmanyotherthingsthat supportso thatthedifferencesbetween thevariousregionsto one another. Thereforeweasstudentsneed to be activetogainknowledgeandexperience, which will be usefulin the future. Benefits from the KKL program which done in Yogyakarta and   Surabaya, as follows:

1. KKL participants have additional insight about Sanata Dharma University and tourism objects in the area that visited on KKL.

2. KKL participants were able to apply discipline and responsibility.

 

3. KKL built a chemistry and togetherness between lecturer to students; moreover, between students to student

4. KKL participants got a lot of friends from other classes because we had placed in same bus. Thus, it can help both; student and lecturer in learning process after the program.

 

CHAPTER II

THE COMPARATIVE STUDY PROGRAM

 

  1. Diary
  1. The first day, on Saturday 29th of June 2013

I was a bit rushed went to campus to gathered with my friend. We gathered early in the morning for praying together at the campus. We put our own coffer in the bus’ luggage, then after all completed we departure from the campus to Gilimanuk harbor. We set off in pretty much member, so we need 8 buses. I got in the bus number 2 or Bus B with a half of my friends in my class, a half from the other class; also two lecturers and one travel leader accompanied us. Approximately for 3 hours we arrived at Rambut Siwi temple in Jembrana regency, Negara distric. We prayed together before continuing our journey to Gilimanuk. During the trip I was joked with my friends on backseat, but the other just slept without speaking because of carsick. Less than one half hour, finally we arrived at Gilimanuk harbor and we were ready to cross.

In the boat we felt very weak, because it was already too afternoon, but we hadn’t got lunch. An hour crossing, finally we arrived at the Ketapang harbor, from Ketapang directly we continued the journey to Grafika restaurant for lunch. We could not be too enjoyed our lunch because of our conditions which were not good; the weather was very hot, besides the food’s taste was not good enough. After finishing lunch we continued our journey to the Blambangan Temple. There we prayed together then we took pictures in front of the temple. It was my first time prayed at Blambangan temple. From there we went on our trip, during the trip we were accompanied by songs, we sang together with friends on the back; However, it was disturbing our friends who took a rest; the travel leader advised us to took a rest, besides our journey was long. Most of us only slept because got of carsick.

Quite a long time, finally we arrived at a Pasir Putih restaurant to have dinner again. This afternoon we didn’t take a bath because the tour guide did not allow us and gave limited time. After an hour, we back to the bus and continued our long journey. On the way, our travel leader explained us a little bit about our plan after arriving in Jogjakarta, and he also explained that we would traverse a coal-fired power plant called Paiton. This is claimed the only one coal-fired power plant in Indonesia which produces 800.000 watt power. The coal-fire is distributed originally from Kalimantan. On the way our bus was trapped in a traffic jam, 3 of my friends use this chance went to the toilet on Pertamina because they got stomachache. I tried to took a rest because I felt very sleepy, but my position was uncomfortable to sleep and it mades my neck ache. it was my first experience slept in the bus.

 

 

  1. The second day on Sunday 30th of June 2013

In the morning we arrived at Mekar Sari restaurant in the Solo city. There, we showered and breakfast. When I went to the toilet, it was totally full of people who wanted to take a bath. I am waiting for my chance, when it comes I showered quickly because the water was not clean; besides, I felt really hungry. After showered, I had breakfast together with my friends.

After all of KKL participants finished showering and having breakfast we set off again towards to Istana Keraton Yogyakarta. I actually didn’t really interested to enter the Keraton Yogyakarta, because there were too much “DO NOT” signs and it makes me a bit confused. But I have to enter just to saw, not enjoyed. At there, an Abdi Dalem of Istana Keraton guided us. It is very spacious and consists of many buildings are in use for any activity. I saw many pictures of the King named Hamengku buwono from the first until the last King.

Then we saw many of unique statue and the batik collection there. Actually it was very unique place, but I cannot enjoy it. From Istana Keraton Yogyakarta, we continued our journey to Grafika restaurant for lunch. After that we immediately rushed to the Prambanan temple. During the journey to the temple, our travel leader told the myth about Roro Jonggrang that related with the formation of the temple.

Arriving there, we were guided by a local guide who directly told us that the real myth about Roro Jonggrang is not real. I really interested with one of the local guide at there, the way in which he told us the fact about Prambanan temple was unique and very interesting. He was very funy and he can spoke clearly with some joke on his story.

At the temple, we took lots of photos with friends and lecturers during being around the temple. We also had a chance entered the temple as the temple symbolized of the goddess Sri. Prambanan temple is a Hindu temple in the island of Java.

From Prambanan we went out to a specialty food shop souvenirs typical of Yogyakarta named D’java Bakpia Pathuk. I just bought some foods because the prices of the food were very expensive. I also bought some foods to take home as souvenirs. From there we went to the Numani restaurant for having dinner then after that we went to the hotel where we would stay for two days.

Our hotel is in Gowongan iin, near to Malioboro. I stay at room 108 with Andre, Ragha, Jeje and Yoga. We were comfortable being there. Because we felt really tired we decided not to walk out. We just chatted with my friends while enjoying our togetherness in the short time. Until late of night, finally we decided to back to each room to sleep because the next day our busy schedule had been waiting.

 

  1. The third day on Monday 1st of July 2013

Our first schedule in the third day was visiting the Sanata Dharma (SADAR) University, Yogyakarta. In the early morning we were ready with black and white clothes completed with our alma mater. However, we did not forget for having breakfast at Gowongan Inn Restaurant. Our trip was escorted by the police so it was quite a day without any obstacles in the road. Then, when we arrived at Sanata Dharma campus, they showed warm greeting to us.

We were invited to the Hall where we would do sharing information. There also we enjoyed some performances that presented by SADAR and our university. After that, we had opportunity to visit their library. We were amazed with the great library, which was very clean and comfortable. There are so many books and complete with sixty computers. The three floor of the library really made ​​us enjoyed being there. Because we were limited by the time so that we just had to visit the library.

From SADAR we went to Orang Utan restaurant for lunch and change our clothes before heading to Borobudur temple. I didn’t climb to the top of Borobudur because my condition was bad, so I just hanging out with my friends, Molo and Deta. I bought some batik clothes for souvenirs. When we enjoyed hunting souvenirs, suddenly the rain comes and we were in hurried back to the bus. We continued our journey to the hotel then enjoying our free time. I didn’t went to Malioboro because of my condition, so I decided to held a little party with some of my friends at the hotel. We request some foods from room service and ate it together at the hotel’s restaurant. It makes our other friends felt Jealous. We played a card game and ringing phone game. We felt just like a kid in a playground; we spent our last night in the hotel. After we felt tired, we back to our own room and took a rest.

 

  1. The fourth day on Tuesday 2nd of July 2013.

On the fourth, early morning we had finished our breakfast because we would check out from the hotel. After all the items were entered into the bus baggage, we didn’t forget to take photos before leaving the Gowongan inn, Yogyakarta. Today we would take a trip to Surabaya and our journey was quite long. On the bus our travel leader exchanged because of unclear reasons. We didn’t keen to our new travel leader because she spoke too cynic and crossly. During the journey we were playing cards until we arrived at Kurnia Jatim restaurant for lunch. I didn’t take a lunch because the food was not delicious and the place was too dirty. From there we continued our journey. In the evening we having dinner at Gempol Sari restaurant, and continued to a special place in Tanggulangin to shop many souvenirs of leather. There, I just window shopping and didn’t bought anything because the price of the souvenirs was too expensive. Actually, the next schedule was went to Suramadu but it was night and rain, finally we decided not to go there and directly continued our journey to Ketapang. That was our last night slept in the bus. I can sleep easily because I felt tired and very sleepy.

 

  1. The fifth day on Wednesday 3rd of July 2013.

The fifth days had waited by us because we were very tired and very anxious to get home to lose our tiredness. That day the trip was also quite exhausting; in addition, with the hot weather. Early in the morning we arrived at Grafika restaurant for breakfast, but we arrived too early and we had to wait the food comes. After breakfast we continued our journey to Ketapang. After an hour, finally we arrived at Ketapang harbor. We had to wait for a half hour before crossing to Gilimanuk harbor. After arrived at Gilimanuk, directly we got the bus and very excited to quickly get on campus. We sang and played game card, some of us was slept because they felt tired, but we still played together spent our last time in the bus. Then unnoticed, finally we arrived at the campus. I saw my dad had been waiting for me, so I shouted goodbye to my friend and went home with souvenirs and sweet memories of KKL activities in Yogyakarta- Surabaya.

 

  1. Academic Atmosphere

From the series of activities in College Work Field of course a lot of experience obtained during visits the Sanata Dharma University Yogyakarta. It may be some knowledge of the language, the lectures system and field experiences that can be applied in lectures on our campus. In addition to the advantages of direct observation and know the advantages and disadvantages of each campus so participants can take the positive things potentially in the development of learning and academic achievement.

Also the participants can be motivated to be more active and develop performance proficiency, especially English. Given the tight competition after seeing some of the English proficiency from the Sanata Dharma university. Hopefully English Students in Mahasaraswati University Denpasar further able to develop themselves with the motivation to be able to excel in all areas of both academic and non-academic.

 

The academic activity of our journey was on 1st of July; we visited Sanata Dharma University Yogjakarta. We arrived at 9 am in the morning and were very welcomed by the student and lecturer of Sanata Dharma. We gathered in the hall in which already prepared by the university. To open the visit, Mr rohandi, the dean of the faculty of teacher training and education of Sanata Dharma gave us a welcoming greets and explained a little bit about the faculty.

The FLA faculty has three campus, the first one in Bantul which we visited already, second one is in Paingan and the last one in Maliboro St. the faculty has 10 study program which in Bantul campus have 5 study program such as: program study of Bahasa Indonesia, Program study of history, program study of social science and program study of elementary school teacher training. In Paingan campus has 4 study programs such as: program study of physic, Biology study program, mathematic studying program and psychology studying program.

The last one in Malioboro, they have a program study of catholicity. On the other hand, we only have two campuses of faculty of teacher training and education; the first one in Kamboja St and second one in Soka st. we also only have 5 study programs such as English department studying program, Biology studying program, History studying program, Bahasa Indonesia studying program and mathematic studying program. We do not have a psychology and catholicity-studying program. In learning process, they have a point system as their requirement to do a thesis test.

The students of Sanata dharma have to fulfill 10 point in certificate form to get an access to final test while we also have a point system in our learning process; however, we have to fulfill 15 points to get a access for thesis. They also have facilities such as library, micro teaching lab, and language lab. Their library is very clean and tidy also very large. It has a lot of books; moreover, we can copy the books and pay it. They will send the copy to our address, which we give after copying; however, in our library, it is not allowed to copy all of the books. Especially thesis example; moreover, in our library the book is not as many as Sanata Dharma collection.

We are allowed to copy only for chapter one and two. They have a SPD subject in which before a lesson, all of the student have to sign a contact and agreement in which if they break the agreement, the lectures have an authority to kick them out the class. In our studying program, we also apply the same rules; however, there is no agreement signing before we start the lesson. The punishment can be applied by the lecturer if the student comes late or the student wears inappropriate cloth.
In student organization, they have Process; a student organization of English department studying program.

They have a lot of program in which they arrange the financial budget at once in the first of tenure. Process also manages the UKM or student organization. In our studying program is also have a student organization called HMPS or English department student organization. HMPS arranges the financial budget in every activity. The UKM is managed by the Rector. HMPS is also hold an activity but we concern in learning and developing student’s English Ability like English master of ceremony competition, English debating competition and English speech competition. The education system of Sanata Dharma and Mahasaraswati Unversity is quite similar; however, there are some differences in doing and applying the learning process. We hope that we can learn and apply the best thing from what we have got from this comparison program.

CHAPTER III

CONCLUSION AND SUGGESTION

 

  • Conclusion

Based on my participation in the College Field Work (KKL), we can conclude that this program aims to increase the knowledge and experience of the students about the university and the tourist objects in Yogyakarta and Surabaya. This program also can improve self-discipline as well as to further enhance the sense of closeness and solidarity between students and lecturers and between student and students in Mahasaraswati Denpasar University especially. The main advantage that we get is we can learn the learning process and education system in another university in Yogyakarta. Learning another education system is very important for the lecturer and the student. By this occasion, we can improve our quality in learning process and can apply the things that we get from this KKL program.

3.2 Suggestion

There are some inconveniences during the trip. Firstly is the meal during the trip. We get same menu from the beginning until the last. It makes us bored. We hope next occasion, it can be considered about the meal. Then, the schedule between restaurant and tourism object is little bit confused. We have to drive around and it makes us tired because we spent a lot of time in the bus. We hope next year, the committee of this program can arrange the schedule briefly for saving the time. Actually the entire thing runs well. We were happy and interested doing this program.

Analyzing Fiction, The Ugly Duckling

            This text was conducted to fulfill the ‘analyzing fiction’ group assignment. With my partners, we have to choose the most simple story and analysis the plot, the characters and characterization, setting and so on. We choose this story because this is the simple one and interesting to analyze. If there’s any mistaken, leave a comment…

 

Narrative text: The Ugly Duckling

One upon time, a mother duck sat on her eggs. She felt tired of sitting on them. She just wished the eggs would break out. Several days later, she got her wish. The eggs cracked and some cute little ducklings appeared. “Peep, peep” the little ducklings cried. “Quack, quack” their mother greeted in return.

However the largest egg had not cracked. The mother duck sat on it for several days. Finally, it cracked and a huge ugly duckling waddled out. The mother duck looked at him in surprise. He was so big and very gray. He didn’t look like the others at all. He was like a turkey.

When the mother duck brought the children to the pond for their first swimming lesson. The huge grey duckling splashed and paddled about just as nicely as the other ducklings did. “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome” the mother said proudly.

However, the other animals didn’t agree. They hissed and made fun of him day by day. Even his sisters and brothers were very unkind. “You are very ugly” they quacked.
The little poor duckling was very unhappy. “I wish I looked like them,” he thought to himself.

One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes. The sad duckling lived alone through the cold and snow winter. Finally the spring flowers began to bloom. While he was swimming in the pond, he saw three large white swans swimming toward him. “Oh, dear. These beautiful birds will laugh and peck me too,” he said to himself. But the swans did not attack him. Instead, they swam around him and stroked him with their bills. As the ugly duckling bent his neck to speak to them, he saw his reflection in the water. He could not believe his eyes. “I am not an ugly duckling but a beautiful swam” he exclaimed.

He was very happy. From that day on, he swam and played with his new friends and was happier than he had never been.

Plot:

The Ugly Duckling

Exposition:

One upon time, a mother duck sat on her eggs. She felt tired of sitting on them. She just wished the eggs would break out. Several days later, she got her wish. The eggs cracked and some cute little ducklings appeared. “Peep, peep” the little ducklings cried. “Quack, quack” their mother greeted in return.

Rising action:

However the largest egg had not cracked. The mother duck sat on it for several days. Finally, it cracked and a huge ugly duckling waddled out. The mother duck looked at him in surprise. He was so big and very gray. He didn’t look like the others at all. He was like a turkey.

When the mother duck brought the children to the pond for their first swimming lesson. The huge grey duckling splashed and paddled about just as nicely as the other ducklings did. “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome” the mother said proudly. However, the other animals didn’t agree. They hissed and made fun of him day by day. Even his sisters and brothers were very unkind. “You are very ugly” they quacked. The little poor duckling was very unhappy. “I wish I looked like them,” he thought to himself.

Climax:

One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes. The sad duckling lived alone through the cold and snow winter.

Finally the spring flowers began to bloom. While he was swimming in the pond, he saw three large white swans swimming toward him. “Oh, dear. These beautiful birds will laugh and peck me too,” he said to himself. But the swans did not attack him. Instead, they swam around him and stroked him with their bills.

Falling action:

As the ugly duckling bent his neck to speak to them, he saw his reflection in the water. He could not believe his eyes. “I am not an ugly duckling but a beautiful swam” he exclaimed.

Resolution:

            He was very happy. From that day on, he swam and played with his new friends and was happier than he had never been.

Character:

  • Mother duck: Patient and a lover. She waits her children until they born. Even her last child born differently yet she still loves her children.
  • The ugly duckling: Unconfident, because he was different with his brother and sister.
  • The duckling’s brother and sister: Unkind. They quacked and said that the big duckling was ugly.

Method of the character portrayal:

  • Mother duck: Dramatic Method, the mother duck is patient and lover, the author shows that indirectly by the action of the mother. The mother duck was patiently waiting the egg until it cracked. She also loves her son; it shows when the mother duck proudly says “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome”.
  • The Ugly duckling: Dramatic Method, the Author shows indirectly when the ugly duckling though “I wish I looked like them,” and he run away hid in the bushes.
  • The duckling’s brother and sister: Discursive method, the author directly tells that the duckling’s brother and sister was unkind.

Characterization:

  • The mother duck: Indirect or implicit characterization. It shows by the action of the character.
  • The ugly duckling: indirect or implicit characterization. It also shows by the action of the character.
  • The duckling’s brother and sister: Direct or explicit characterization. the author literally tells the audience, what a character is like.

Setting:

  • Setting of time: Mostly use the neutral setting, because the setting of place in this story did not show the specific time. The setting of time such as: one upon a time, several days later and one day. It also uses the spiritual setting; there is “the cold and snow winter”. Here we can see the specific information about the setting. It is about the winter that cold and snowy.
  • Setting of place: For the setting of place, there is also use only the neutral setting, because there is no specific information about the place in the story. The author only mentions a simple place such as: the pond and the bushes.

Point of view: The author only uses the third person point of view. The story refers to use the name of the character, such as: “the mother duck” and “the ugly duckling”.

Style:

  • About the author’s way of using language, the author uses the common language. Because the story is for children, the author did not bring the heavy language or the connotation. Mostly the author use denotation or dictionary meaning such as: “the mother duck”, “the little duckling”, and “the huge ugly duckling”.
  • The story use the literal image, there is no extension meaning of each sentence. For example “One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes.” We can directly know that the duckling was hid in bushes, no more meaning that we can get from this sentence.

MANFAAT BLOG SEBAGAI MEDIA BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Dalam postingan pertama ini saya akan membahas bagaimana peranan media pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa, salah satunya adalah penggunaan media blog. Namun sebelum mengetahui lebih lanjut apa itu Blog, mari kita bahas apa itu media pembelajaran terlebih dahulu.

Media dapat diartikan sebagai perantara pada sesuatu yang dapat menghubungkan informasi antara sumber dan penerima informasi. Heinin, Molenda, Russell, dan Smaldino (2002) mendefinisikan media sebagai sebuah saluran (channel) komunikasi. Sedangkan, saluran komunikasi adalah alat yang membawa pesan dari seorang individu ke individu lainnya (Rogers: 2003). Selanjutnya, media juga dipandang sebagai bentuk-bentuk komunikasi massa yang melibatkan sistem simbol dan peralatan produksi dan distribusi (Palazon, 2000).

Media pembelajaran, adalah peralatan fisik yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik (Reiser & Dempsey, 2002).

Di zaman moderen ini banyak media yang dapat digunakan oleh rekan-rekan yang bergelut di dunia pendidikan untuk menyukseskan sebuah proses belajar mengajar. Dan salah satu media yang sering digunakan baik dikalangan masyarakat ataupun siswa yaitu internet. Internet menjadi sumber informasi yang lengkap, mudah, dan cepat untuk diakses oleh siswa maupun guru, bahkan siapapun dan dimanapun. Pesatnya perkembangan internet memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik.

Berbagai kemudahan diatas menunjukan bahwa internet dapat dijadikan sebagai alat penunjang dalam bidang pendidikan, dan banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai media pendidikan seperti misalnya Blog.

Apa itu Blog? Sebelum kita memanfaatkan blog sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari blog. Menurut Wikipedia istilah blog adalah singkatan dari weblog atau web log merupakan bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Mengarang blog, memelihara sebuah blog atau menambahkan artikel ke blog yang sudah ada disebut “blogging“. Masing-masing artikel pada sebuah blog disebut “tulisan blog”, “tulisan” atau “masukan”. Orang yang menulis atau memasukkan dan memelihara tulisan di blog disebut “blogger“. Sebuah blog terdiri dari teks, hypertext, gambar, dan link (ke halaman web dan video, audio dan file lainnya). Blog menggunakan dokumentasi dengan gaya percakapan.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Banyak sekali platform blog tersedia untuk kita dan dapat kita manfaatkan secara gratis, diantaranya blogspot, wordpress, blogdetik, kompasiana dan lain sebagainya. Cara membuat blog pun tidak sulit, karena semua bisa kita lakukan dan pelajari dengan mudah.

Bagaimana Sejarah Blog? Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Netscape . Kemudian pada Januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.

Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis.Semenjak itu blog makin hari makin bertambah.

 

Apa kelebihan dan kekurangan Blog?

a.Kelebihan blog

Selain karena sifatnya yang ada dalam jaringan internet, beberapa kelebihan dari blog lainya adalah sifatnya berdiri sendiri sebagai media, selain itu blog juga cenderung non-formal dalam penggunaan bahasa yang dipakainya.

Blog memungkinkan terjadinya iteraktifitas atara sumber dengan penerima informasi. Informasi yang disampaikan akan langsung direspon, ditambahi, dikoreksi dan diperkaya oleh orang lain. Oleh karena itu, suatu topik mungkin bisa menjadi lebih menarik dengan adanya diskusi antara blooger dengan pengunjung weblognya.Weblog adalah media yang digunakan secara personal, baik individual maupun institusional.

Selain itu blog juga mempunyai kelebihan tersendiri yang mungkin menarik bagi setiap penggunanya.Dari sudut pandang Psikologi sesuai dengan core competence-nya, Mas Octave Ken Manungkarjono, penulis artikel tersebut mengatakan ada 4 hal yang membuktikan bahwa ngeBlog itu adalah aktivitas yang mencerdaskan otak kita.

1. ngeBlog itu merangsang otak

2. ngeBlog itu menyehatkan jiwa dan raga

3. ngeBlog itu suatu proses pembelajaran

4. ngeBlog itu melatih proses afiliasi dalam interaksi sosial

b. Kekurangan blog

Beberapa kekurangan blog diantaranya adalah rentan terkena virus, hacker atau spywere. Selain itu, blog juga kurang sentuhan manusiawi, mudah disalahgunakan fungsinya, dan tulisan yang ada di dalam blog kurang dapat dipertanggung jawabkan.Blog memang sebuah media yang cukup tepat untuk berbagi ilmu akan tetapi banyak orang yang masih berpikir dua kali untuk berbagi ilmu mereka melalui blog dengan alasan jangan jangan ilmu yang di bagi akan disalah gunakan atau diakui oleh orang lain, ini memang sebuah alasan yang masuk akal karena blog rawan akan copy paste setelah merasakan sendiri bagaimana susahnya membuat sebuah artikel apalagi tema atau topiknya membutuhkan konsentrasi, pengetahuan, pemahaman dan waktu meskipun sebenarnya content yang saya hasilkan masih kurang berbobot, akan tetapi tetap saja menguras tenaga dan pikiran tidak jarang tulisan tersebut merupakan tips dan trik hasil pengamatan sendiri

Untuk itu, ada beberapa upaya agar kekurangan ini dapat diminimalisir. Diantaranya yakni dengan menggunakan bahasa pemograman yang aman, manggunakan desein menarik, dan memiliki control penulisan artikel yang benar.

Blog merupakan salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan dan gagasan seseorang melalui tulisan. Berdasarkan kenyataan maraknya penggunaan Internet di kalangan pelajar, blog dapat menjadi sebuah sarana yang dapat meningkatkan kemampuan para siswa untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Melalui tulisannya di blog, setiap siswa dapat mengembangkan hal-hal yang telah didapat dari membaca atau mendengarkan penjelasan dari guru.

Dalam sebuah blog terdapat fasilitas yang dapat memperlihatkan tulisan seseorang langsung di internet dan dapat diakses oleh setiap pengguna internet.hal ini memungkinkan adanya komunikasi antar sesam siswa,guruataupun pengguna internet lainnya.Tulisan dalam blog juga dapat lebih berkembang dengan adanya komentar-komentar dari pengguna blog lainnya dan memungkinkan terjadinya diskusi secara online.

Peran guru dalam membangun kultur pembelajaran melaui blog sangatlah penting. Motivasi setiap siswa untuk menuangkan gagasannya melalui blog tidaklah terlepas dari dukungan guru sebagai pengajar. Guru juga dapat mengarahkan diskusi dan komentar-komentar tentang materi atau tulisan yang sudah dibuat oleh para siswanya. Selain itu, guru juga bisa menyampaikan materi atau tugas melalui blog sehingga memudahkan penyebaran informasi.

Blog memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Melalui blog, sumber-sumber materi yang relevan dapatdipublikasikan ke seluruh penjuru sehingga bisa diakses oleh siapapun. Dengan demikian kesulitan siswa dalam mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dapat diatasi.Oleh karena itu, blog merupakan salah satu media pembelajaran yang strategis untuk meningkatkan proses pembelajaran yang aktif dan interaktif.

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan oleh para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran.

1. Blog Guru sebagai Pusat Pembelajaran

Guru dapat menuliskan materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya,kemudian para muridnya bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. Keuntungan dari metode ini adalah metode ini relatif cepat dan mudah bagi para siswa, karena para siswa tidak perlu membuat blognya masing-masing. Selain itu, karena semua interaksi dilakukan di blog sang guru, setiap aktivitas yang dilakukan oleh para siswa

tersebut dapat dipantau dengan mudah oleh guru tersebut. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimat-kalimat negatif dari para siswa tersebut di blog-nya.Guru tentu saja harus mempromosikan blog-nya di kelas setiap kali dia mengajar, agar para siswa mengetahui tentang blog tersebut.

2. Blog Guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi

Guru, yang harus memiliki blog, mengharuskan murid memiliki blog-nya masing-masing, sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Metode ini bisa memacu iklim kompetisi antar siswa, karena tentu saja para siswa ingin blognya menjadi yang terbaik.

Kelebihan yang cukup signifikan dari metode kedua ini dibandingkan dengan metode pertama adalah bahwa para siswa akan memiliki semangat yang lebih dalam berkompetisi dengan teman-temannya.Tentu saja iklim kompetisi ini harus ditumbuhkan oleh guru dengan cara memberi berbagai bonus baik itu bonus nilai maupun bonus di dunia nyata bagi siswa yang blog-nya diurus dengan rutin dan serius.Apabila hal ini dilakukan secara berkala, setiap siswa pun akan terbiasa menulis dan membaca. Hal ini akan membuat para

siswa menjadi selangkah lebih maju secara intelektual.

3.Komunitas Blogger Pembelajar

Ada sebuah blog sebagai pusat pembelajaran (bisa berupa blog aggregator atau blog dengan beberapa kontributor), dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut. Sebuah blog yang agak mirip dengan konsep ini tapi belum dimanfaatkan sebagi media pembelajaran bagi para muridnya adalah blog.

Blog dikatakan sebagai media pembelajaran yang efektif apabila dikelola dengan baik sehingga dapat memenuhi prinsip bahan ajar, yaitu a) kebenaran, b) sesuai dengan perkembangan anak, c) up to date, d) keseimbangan diantara luas dan kedalaman bahan.

Peran guru dalam membangun  kultur pembelajaran melalui blog sangatlah penting. Motivasi siswa untuk menuangkan gagasannya melalui blog tidaklah terlepas dari dukungan guru sebagai pengajar. Guru juga dapat mengarahkan diskusi dan komentar-komentar tentang materi atau tulisan yang sidah dibuat oleh para siswanya.Selain itu, guru juga bisa menyampaikan meteri atau tugas melaui blog.

 

Kalau begitu kenapa dosen atupun guru sebaiknya punya blog?
Ada banyak alasan:

  1. Punya blog itu gratis
    2.Punya blog itu mudah
    3.Blog cocok untuk profesi dosen/guru
    4.Blog memberikan alternatif dalam publikasi
    5.Blog melatih kita berpikir
    6.Blog dapat dipakai untuk pengelolaan pengetahuan
    7.Adanya komunitas blogger
    8.Memiliki blog dapat dikatakan modern

Blog merupakan salah satu media belajar berbasis multimedia yang ditunjang oleh beberapa fitur dan beberapa program didalamnya. Dengan demikian diharapkan  berbagai kalangan yang terlibat dalam penyusunan program pembelajaran berbasis multimedia cukup menjaga tingginya pergeseran nilai pendidikan yang ada selama ini. Yang jelas kehadiran sarana multimedia khususnya blog cukup memberi warna pada proses pendidikan di kelas. Namun tetap kehadiran seorang guru menjadi peran yang sangat penting. Mengingat tujuan pemanfaatan blog disini adalah sebagai alat pendukung pelaksanaan pembelajaran, bukan menjadi alat pengganti peran guru dalam proses pendidikan, maka kita harus bisa bijaksana dalam menggunakan media blog ini dalam proses belajar mengajar.

Source: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:M6kYfCZ8a_sJ:dowaen.wordpress.com/blog-sebagai-media-belajar-by-okta/+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

http://warsiyanti91.blogspot.com/2014/01/pemanfaatan-blog-sebagai-media.html